Terobosan POP Dihujani Kritikan, Nadiem: Saya Berharap 3 Organisasi Besar Beri Bimbingan

- 1 Agustus 2020, 22:20 WIB
POP Nadiem diprotes, ia pun minta maaf /Antara//Antara

JAKBARNEWS - Belakangan ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim tidak lepas dari sorotan publik.

Terobosan Nadiem dengan menggulirkan Program Organisasi Penggerak (POP), dinilai banyak kalangan tidak transparan dalam menentukan kriteria peserta yang lolos.

Apakah organisasi yang dinyatakan lolos POP punya kompetensi dan kredibilitas? Kekhawatiran itu muncul setelah Muhammadiyah, LP Maarif Nahdlatul Ulama dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mundur dari program tersebut.

Baca Juga: Desain Dalam Negeri, Jersey Tandang Timnas Indonesia 2020, Banjir Komentar, Apa Kata Netizen?

Opini yang berkembang di publik juga menyayangkan keputusan kemendikbud dalam hal ini Nadiem. Mengingat banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Terbatasnya sarana pembelajaran jarak jauh, serta kondisi geografi, sosial dan ekonomi peserta didik yang tidak seragam menjadi persoalan dalam praksis pendidikan di tengah pandemi.

Akan lebih tepat jika alokasi dana POP seharusnya digunakan untuk membantu peserta didik dari kelas sosial bawah.

Baca Juga: Mau Punya Perusahaan Startup Solid dan Sukses? Ikuti 4 Kiat Ala Founder Amazon Ini

Sebagaimana kritik yang disampaikan praktisi pendidikan Darmanigtyas, seperti di program Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One, "Kalau saya selalu mengatakan, mending dipakai untuk mensupport sekolah-sekolah swasta pinggiran yang mendidik anak-anak miskin," ujarnya Selasa, (28/7).

Halaman:

Editor: Acip Setiawan

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X