Formula E Alami Tarik Ulur dari Pemerintah Pusat, Pengamat: Ada Dimensi Politik yang Kental

- 15 Oktober 2021, 11:14 WIB
ilustrasi Formula E.
ilustrasi Formula E. /Unsplash.com/mattseymour

JakBarNews.com - Ajang balap mobil listrik atau Formula E hingga kini masih menuai pro dan kontra.

Salah satu ajang olahraga bergensi tersebut rencananya akan digelar pada 2022 mendatang.

Namun seiring berjalannya waktu, gelaran ini menuai polemik khususnya di ranah legislatif.

Sementara itu, pihak oposisi yang berada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menuding bahwa gelaran Formula E tersebut hanya untuk kepentingan Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Baca Juga: Klaim Telah Tepati Janji Kampanyenya, Wagub DKI Beberkan Sederet Prestasi Anies Baswedan

Sejumlah pihak kini menyoroti pindahnya lokasi Formula E dari awalnya di Monumen Nasional (Monas) dialihkan ke lokasi lain.

Hal tersebut memunculkan adanya tudingan dari beberapa pihak.

Selain mendapat tudingan sebagai kepentingan politik lantaran dibatalkannya Monas sebagai sirkuit, anggaran penyelenggaraan Formula E pun dipertanyakan hingga memenuhi ruang pemberitaan nasional.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai ada nuansa politik dalam tarik-ulur keputusan Kementerian Sekretariat Negara ketika melarang pelaksanaan Formula E di Monas yang diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca Juga: Sinopsis Film Under Siege: Dark Territory Tayang di Bioskop TransTV

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X