Jokowi Putuskan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan APBN, Aset PT KAI Berpotensi Tergadaikan

- 12 Oktober 2021, 15:00 WIB
Pekerja di Depo Kereta Cepat Tegalluar, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu. Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung kini resmi menggunakan APBN.
Pekerja di Depo Kereta Cepat Tegalluar, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu. Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung kini resmi menggunakan APBN. /Portal Bandung Timur/hp.siswanti

JakBarNews.com - Salah satu proyek strategis nasional kereta cepat rute Jakarta-Bandung kembali menuai kritikan dari sejumlah pihak.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mengubah sikapnya agar pendanaan proyek tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Izin dengan menggunakan APBN itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung.

Adapun alasan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menggunakan APBN lantaran biayanya yang terus membengkak.

Baca Juga: Prabowo Subianto Dinilai Sulit Menangi Pilpres 2024, Pakar Hukum Ungkap Penghambat Sang Menhan

Selain itu, Jokowi menugaskan PT KAI sebagai konsorsium BUMN penyelenggara kereta cepat rute Jakarta-Bandung melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021.

Dalam Pasal 1 Perpres tersebut, konsorsium BUMN yang dipimpin PT KAI untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung beranggotakan PT Wijaya Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Perubahan sikap tersebut memunculkan kritikan, salah satunya dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Toriq Hidayat, mengkritik penunjukan PT KAI sebagai pemimpin konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengerjakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Baca Juga: Prabowo Subianto Dipastikan Maju di Pilpres 2024, Riza Patria: Bukan Keinginan Beliau

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X