Jokowi Perintahkan Kereta Cepat Gunakan APBN, DPR: Jangan Bohongi Rakyat

- 11 Oktober 2021, 17:35 WIB
Proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung yang kini menggunakan APBN akibat biayanya yang kian membengkak.
Proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung yang kini menggunakan APBN akibat biayanya yang kian membengkak. /Humas PT KCIC

Untuk itu, dia mengatakan perlu agar proyek tersebut segera diaudit oleh BPK RI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sehingga usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang akan diberikan memiliki landasan hukum yang kuat.

"Kami belum memutuskan untuk memberikan Penyertaan Modal Negara melalui PT Kereta Api. Syarat utama adalah adanya hasil pemeriksaan BPK dan BPKP," katanya.

Dengan syarat utama tersebut, selanjutnya maka kedepannya juga agar dapat clear and clean serta memenuhi unsur Good Corporate Governance.

Namun, Herman menilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung perlu tetap dilanjutkan meski target pembangunannya harus mundur.

Baca Juga: Resmi Ditetapkan Tersangka Oleh KPK, Azis Syamsuddin Jalani Pemeriksaan Perdana

Untuk itu, dirinya mengutarakan harapannya agar proyek kereta cepat yang diproyeksikan dapat beroperasi pada 2023 itu ke depannya tidak membebani keuangan negara secara berkelanjutan.

"Yang penting adalah proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini harus betul-betul memiliki nilai manfaat bagi masyarakat," katanya seperti dikutip oleh JakBarNews.com dari Pikiran Rakyat dengan judul Kereta Cepat Jakarta-Bandung Pakai APBN, Anggota DPR: Pak Jokowi, Jangan Bohongi Rakyat Lagi dong.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan proses pengerjaan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 73 persen dan moda transportasi mutakhir itu akan menjalani uji coba pada akhir 2022.

Jokowi mengharapkan proyek strategis itu dapat terintegrasi dengan moda transportasi lainnya seperti kereta cepat ringan (Light Rapid Train/LRT), dan Moda Raya Terpadu (MRT) di DKI Jakarta agar menciptakan efisiensi waktu dan jarak tempuh untuk meningkatkan daya saing kegiatan ekonomi.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung juga diharapkan Presiden Jokowi untuk menyertakan transfer teknologi ke tenaga kerja domestik.(Nurul Khadijah/Pikiran Rakyat)***

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X