Kunjungan Pelosi yang Sembrono ke Taiwan Membuat Negara-negara Asia Tenggara Gelisah dan Bisa Jadi Tumbal

- 4 Agustus 2022, 19:13 WIB
Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan jangka pendek dapat mengganggu stabilitas di wilayah tersebut./pikiran-rakyat.com
Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan jangka pendek dapat mengganggu stabilitas di wilayah tersebut./pikiran-rakyat.com /

JakBarNews.com - Kunjungan "sembrono" Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau Taiwan pada hari Selasa tidak hanya meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan, tetapi juga membuat negara-negara Asia Tenggara gelisah karena beberapa negara kawasan menyatakan keprihatinan tepat setelah kedatangannya.

Para ahli percaya "perjalanan masalah dan provokasi" Pelosi akan membuat negara-negara terkait lebih waspada terhadap campur tangan asing, dan membuka mata mereka lebih lebar untuk melihat siapa penyabot terbesar stabilitas regional.

Baca Juga: Teka-teki Makin Terungkap, Taliban Mengirim Orang Untuk Hapus Jejak Setelah Pemimpin Al Qaeda Terbunuh

Para menteri luar negeri Asia Tenggara akan mencari cara untuk membantu menenangkan ketegangan yang meningkat di Taiwan pada pembicaraan regional pada hari Rabu, setelah Pelosi tiba di pulau itu, AFP melaporkan.

Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN Kung Phoak, Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri Kamboja mengatakan kepada wartawan bahwa para menteri akan mencoba menemukan cara blok itu dapat membantu "sehingga situasi di Taiwan akan stabil, bahwa itu tidak akan mengarah pada konflik dan tidak akan meningkatkan panas politik di antara semua pihak terkait."

Baca Juga: Taiwan Simpan Harta Karun Menggiurkan yang Membuat AS dan China Makin Gelap Mata, Simak Faktanya

Berbicara kepada wartawan pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Kamboja pada hari Rabu, Penasihat Negara China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan bahwa kunjungan Pelosi adalah "lelucon" lengkap dan mereka yang bermain api tidak akan berakhir dengan baik, dan siapa yang menyinggung China akan dihukum.

AS berkonspirasi untuk melanggar kedaulatan China di bawah panji "demokrasi," dan pemimpin regional Taiwan Tsai Ing-wen berkolusi dengan AS, berjalan kembali pada kepentingan nasional, kata Wang, mencatat bahwa semua tindakan yang mencoba memutar waktu kembali tidak akan mengubah konsensus internasional tentang prinsip satu-China, dan tidak akan mengubah tren bahwa Taiwan pada akhirnya akan kembali ke pelukan ibu pertiwi.

Baca Juga: Spesifikasi OPPO A57 Makin Meledak Dilengkapi Dapur Pacu Super Ngebut, Kini Dijual Murah Meriah Tumpah

Halaman:

Editor: Muhammad Yusuf

Sumber: Straits Times Global Times Philippine Star


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x