Pernah Tewaskan 200 Juta Penduduk Dunia, Epidemiolog Temukan Kembali Kasus Wabah Black Death

- 13 Oktober 2021, 12:59 WIB
Ilustrasi bakteri yang menyebabkan terjadinya wabah Black Death.
Ilustrasi bakteri yang menyebabkan terjadinya wabah Black Death. /Pixabay

JakBarNews.com - Masyarakat dunia hingga kini masih berjibaku melawan pandemi Covid-19.

Sejak mulai muncul di Wuhan, China pada akhir 2019 silam, Covid-19 telah menjangkiti ratusan juta penduduk dunia.

Virus ini juga telah menewaskan lebih dari empat juta orang di seluruh dunia.

Tak hanya menyerang kesehatan, Covid-19 juga telah memberikan dampak buruk hampir di seluruh aspek kehidupan manusia.

Baca Juga: Anies Baswedan Dinilai Jadi Hambatan Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Pakar Singgung Nama Puan Maharani

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak, masyarakat dunia masih harus mewaspadai adanya ancaman wabah lain yang lebih berbahaya.

Baru-baru ini, epidemiolog Rusia dr. Anna Popova memperingatkan ancaman yang ditimbulkan oleh wabah mematikan Black Death.

Dirinya mengatakan itu sangat berisiko bagi kesehatan masyarakat karena pemanasan global.

"Kami melihat bahwa batas titik wabah Black Death, telah berubah akibat pemanasan global dan perubahan iklim dan efek antropogenik lainnya terhadap lingkungan," kata dr. Anna.

Baca Juga: Jokowi Perintahkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan APBN, DPR Ungkit Janji Awal

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Pikiran Rakyat Pangandaran


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X